2 Mei 2013

Kerajaan-Kerajaan Islam Di Indonesia


Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan kejayaannya berlangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16. Timbulnya kerajaan-kerajaan tersebut didorong oleh maraknya lalu lintas perdagangan laut dengan pedagang-pedagang Islam dari Arab, India, Persia, Tiongkok. Setelah keraajaan-kerajaan Hindu-Buddha surut, mulai berdiri kerajaan-kerajaan Islam di tanah air kita. Agama Islam berkembang dengan pesat di tanah air. Hal ini dapat dilihat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam Berikut ini beberapa contoh negara Islam yang pernah berdiri di Indonesia.


A. Kerajaan Samudera Pasai
Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.  Letaknya di daerah Lhokseumawe, pantai timur Aceh.  Pemerintah ini didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh, sekitar tahun 1267. Keberadaan kerajaan ini juga tercantum dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah (1304-1368), musafir Maroko yang singgah ke negeri ini pada tahun 1345. Kesultanan Pasai akhirnya runtuh setelah serangan Portugal pada tahun 1521.  Raja-rajanya adalah  Sultan Malik as-Saleh, Sultan Muhammad yang bergelar Malik Al-Tahir  (1297-1326), Sultan Akhmad yang bergelar Malik Az Zahir (1326-1348) dan  Zainal Abidin .Pada pertengahan abad ke-15 Samudra Pasai mengalami  kemunduran karena diserang oleh Pemerintah Aceh.



B. Kerajaan Aceh
Pemerintah Aceh didirikan oleh  Sultan Ibrahim pada tahun 1514.  Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Kutaraja (Banda Aceh) dengan sultan pertamanya adalah Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada pada Ahad, 1 Jumadil awal 913 H atau pada tanggal 8 September 1507  Aceh bekembang pesat setelah  Malaka dikuasai Portugis. Para pedagang  Islam memindahkan kegiatan  perdagangan dari Malaka ke Aceh.  Aceh mencapai kejayaannya pada  masa pemerintahan Sultan Iskandar  Muda (1607-1635). Karena menjadi  pusat agama Islam, Aceh sering  disebut Serambi Mekah.

C. Kerajaan Demak
Kerajaan Demak terletak di pantai utara Jawa Tengah, didirikan Raden  Patah pada tahun 1478.  Lokasi keraton Demak, yang pada waktu itu berada di tepi laut, di desa Bintara (dibaca "Bintoro" dalam bahasa Jawa), saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah.  Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau  Jawa. Demak menjadi pusat kegiatan Wali Songo. Raden Patah memiliki  putera bernama Adipati Unus yang mendapat julukan Pangeran Sabrang  Lor. Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, Demak menyerang Sunda  Kelapa, Banten, dan Cirebon. Ketiga daerah dapat direbut tahun 1526.  Ketika menyerang Panarukan, Sultan Trenggono tewas dalam pertempuran.

D. Kerajaan Mataram
Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17.Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan, yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa Majapahit. Asal-usulnya adalah suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang, berpusat di "Bumi Mentaok" yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya. Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra dari Ki Ageng Pemanahan. Kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan  Agung. Beliau banyak berjasa dalam bidang kebudayaan dan agama. Dia  mengarang Serat Sastra Gending yang berisi filsafat Jawa, menciptakan  penanggalan tahun Jawa, dan memadukan unsur Jawa dan Islam,  seperti penggunaan gamelan dalam perayaan Sekaten untuk memperingati  Maulud Nabi.

E. Pemerintah Banten
Kesultanan Banten merupakan sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di Provinsi Banten, Indonesia. Berawal sekitar tahun 1526, ketika Kerajaan Demak memperluas pengaruhnya ke daerah pesisir barat Pulau Jawa, dengan menaklukan beberapa kawasan pelabuhan kemudian menjadikannya sebagai basis militer serta daerah perdagangan. Banten dikuasai Demak setelah direbut Falatehan.Pemerintah Banten  dipimpin putra Falatehan yang bernama Hasanuddin. Dia berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada tahun 1527. Di bawah pemerintahannya,  Banten menyebarkan agama Islam ke pedalaman Jawa Barat. Selain itu,  Banten berhasil menguasai Lampung. Pemerintah Banten mencapai puncak  kesuksesan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682).

F. Kerajaan Gowa-Tallo (Makasar)
Kerajaan Gowa-Tallo terletak di Sulawesi Selatan. Pada tahun 1605, agama Islam masuk ke kerajaan Gowa-Tallo melalui seorang ulama dari  Minangkabau bernama Dato ri Bandang. Karaeng Tunigallo adalah raja  Gowa pertama yang memeluk agama Islam. Gelar Karaeng Tunigallo adalah  Sultan Alauddin. Kerajaan Gowa Tallo mencapai keberhasilan pada masa pemerintahan  Sultan Hassanuddin (1653 - 1669).  Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal dengan Perang Makassar (1666-1669) terhadap VOC.

G. Kerajaan Ternate dan Tidore
Kerajaan Ternate dan Tidore letaknya berdekatan. Keduanya menganut  agama Islam sejak abad ke-16. Ajaran Islam dibawa oleh para pedagang  dari Malaka dan Jawa. Raja-rajanya antara lain Zainal Abidin (1486 - 1500),  Sultan Baabullah, Sultan Hairun, dan Sultan Nuku. Pemerintah-pemerintah lain  di sekitar Ternate seperti kerajaan Tidore, Bacan, dan Jailolo mengikuti  Ternate memeluk agama Islam. Raja-rajanya memakai gelar sultan dan  nama-nama Arab.